Teman-teman yang menunggu postingan tantangan #2 ini, maaf ya, agak lama nih saya mengunggah tulisan. Kemarin-kemarin lagi repot banget. Art lagi pulang kampung untuk munggahan jelang puasa, jadi saya berdua saja sama suami agak keteteran ngurusin si kembar. Ditambah lagi, saya bingung mau posting hasil eksperimen yang mana, pie, pancake, ataukah serabi. Maka, setelah melalui proses pengambilan keputusan yang cukup rumit (halah), saya putuskan tantangan #2 kita adalah membuat serabi solo. Jengjengjeeeeng!!
Berbeda dengan serabi Bandung, serabi Solo ini teksturnya lebih lembut dan biasanya digulung kemudian dibungkus daun pisang. Topping nya bisa macam-macam, saya paling suka topping cokelat. Serabi Solo favorit saya adalah Serabi Notosuman, manis gurihnya pas. Baiklah, kita langsung saja ke resepnya ya. Resep ini saya ambil dari Natural Cooking Club, resep milik mbak Fatmah Bahalwan.
Serabi Solo
Penulis: Fatmah Bahalwan
Bahan:
600 ml santan kental
1 sdt garam
1 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
1 sdt ragi instan
75 gr gula pasir
1 btr telur
1 sdt garam
1 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
1 sdt ragi instan
75 gr gula pasir
1 btr telur
Bahan Areh:
150 ml santan sangat kental
1 sdt garam
1 sdt garam
Topping pilihan:
Keju, Nangka, Meisis cokelat
Cara membuatnya:
- Masak santan, garam dan daun pandan hingga mendidih, dinginkan.
- Dalam wadah, campur tepung beras, gula pasir dan ragi instan, aduk rata. Ditengahnya beri telur dan sebagian santan, aduk rata sambil terus dituangi sisa santan hingga habis.
- Kopyok-kopyok adonan menggunakan balloon whisk hingga terlihat berbuih-buih banyak. Diamkan selama 90 menit.
- Panaskan wajan serabi, dengan api kecil. Tuangi 1 sendok sayur adonan ditengahnya, lalu gerakkan sendok kebagian pinggir wajan agar terbentuk bibir serabi.
- Biarkan hingga serabi matang dan terlihat berlubang-lubang sarang. Lalu siram dengan 1 sdm Areh. Beri topping sesuai selera. Tutup wajan, matangkan serabi. Angkat.
Sewaktu mencoba membuat serabi menggunakan resep ini, saya agak kesulitan saat proses memanggangnya karena saya tidak memiliki cetakan untuk memanggang serabi. Alhasil saya menggunakan wajan. Kebayang kan gimana lamanya? Secara di rumah saya cuma memiliki satu wajan. Hahaha.. And to be honest,membuat 'mahkota' serabi ini suliiiiiit banget. Mahkota serabi hasil eksperimen saya, sebagian besar terlalu tebal, but overall resep ini mantap! Rasanya mengingatkam sama serabi solo favorit saya meskipun belum persis sama. So, kalau kalian suka serabi, dare yourself to make this one. Worth to try!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar