Hello World!
My name is Aprila Dwihapsari, called Sari. I am a moyher from two twin boys, Zakki and Wakif. I like to do experiment with many recipes of food. Sometimes it failed but sometimes it succeed. I learn to cook by doing.
I graduated 2012 from a reputable university in East Java, Indonesia, majoring operational management. Then I continued to work in subsidiary of the biggest telecommunication holding company in Indonesia, PT. Telkom Akses. After had a year, I decided to resigned and start a new carreer, become a housewife. In my country, some people debating about become a full-time mother or business-woman-mother. I really don't agree about "full-time-mother" predicate, because every woman, even business-women, also deserve to be called "full-time-mother". We all bear the same responsibility to our children.
As a housewife and a mother who spent most of the time at home, I have enough time to experiment with many recipes. It's unbelievable, because I was someone who didn't love to cook before, although my mother has culinary business in Surabaya. I start to like cooking when I was in college. And that sense become more and more deeper when I gave birth to my children. I want them to have tasty and healthy food, so they can feel my love through.
I believe there are so many women outside that want to cook for thei family, friends, and people they love, but unfortunately they don't always have enpugh time. That is why I try to make contents of this blog to as simple as they can do, and not cost much time to prepare.
Saya yakin, diluar sana banyak wanita karir yang ingin bisa memasak untuk keluarganya, untuk sahabat-sahabatnya, untuk orang-orang yang mereka sayangi, namun mereka terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan kegiatannya. Oleh sebab itu, resep-resep dalam blog ini akan coba saya buat sesederhana mungkin dan semudah mungkin. Blog ini saya dedikasikan untuk si kembar Zaki dan Wakif, serta untuk seluruh wanita (terutama wanita karir) di luar sana yang ingin menantang dirinya untuk memasak.
Let's challenge ourself!
Kamis, 16 Juni 2016
Selasa, 14 Juni 2016
Tantangan #3 : Puding Susu Almond
Hello! It's been a while since the last time I wrote my blog, yah! :)
Beberapa hari ini lumayan sibuk. Sibuk nyiapin takjil, sibuk jagain si kembar, sibuk mikirin menu apa untuk sahur dan buka puasa, terutama karena bapak mertua saya lagi di Bandung. Hehe..
Bicara tentang takjil, hari ini rumah kami kebagian tugas menyiapkan takjil untuk masjid di dekat rumah. Kemarin sudah bingung aja mau bikin apa, antara makaroni keju, makaroni schotel, atau pukis. Untungnya suami mengingatkan bahwa takjil sebaiknya yang manis dan segar, kemudian terpikirlah untuk membuat puding susu rasa almond. Yippie!
Kabar baiknya, selain manis dan menyegarkan, puding susu ini juga mudah sekali dibuat. Nggak perlu seorang expertise untuk membuatnya. Lagipula, puding susu buatan sendiri dijamin lebih sehat dan alami dibanding puding kemasan yang banyak beredar di supermarket. Tanpa pemanis dan bahan pengawet. Kalau mau yang betul-betul alami, kita bisa membuat susu almondnya dulu sebagai bahan utama, tapi di resep saya ini mari kita gunakan saja essens almond untuk menghemat waktu. Hihi..
Okay, here we start..
Bahan:
1 bungkus agar-agar tanpa warna
200 gram gula pasir
1 sdt garam
1500 ml susu full cream (jika menggunakan susu bubuk full cream, larutkan 150 gram susu bubuk dengan 1300 ml air)
1 sdt essens almond
Bahan Topping:
sirup jeruk yang dicairkan atau jeruk manis peras, secukupnya
Cara membuat:
1. Siapkan panci untuk memasak, masukkan agar-agar dan gula, campur rata. Tuangkan susu cair full cream sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Pastikan perlatan ang digunakan benar-benar bersih agar susu tidak pecah.
2. Masak larutan agar-agar, gula, dan susu, di atas api sedang sambil diaduk untuk menghindari munculnya endapan.
3. Saat hampir mendidih, masukkan garam. Aduk terus hingga mendidih.
4. Setelah mendidih, matikan api dan terus aduk untuk mengeluarkan uap panas. Tuangkan essens almond dan aduk hingga essens larut sempurna.
5. Tuang ke dalam cetakan gelas kecil-kecil dan dinginkan.
6. Tuangi 2 sendok makan jeruk manis peras di setiap cup, siap disajikan.
Nah, gampang kan? Selain orang dewasa, puding susu ini juga digemari oleh anak-anak. Selamat mencoba!
Beberapa hari ini lumayan sibuk. Sibuk nyiapin takjil, sibuk jagain si kembar, sibuk mikirin menu apa untuk sahur dan buka puasa, terutama karena bapak mertua saya lagi di Bandung. Hehe..
Bicara tentang takjil, hari ini rumah kami kebagian tugas menyiapkan takjil untuk masjid di dekat rumah. Kemarin sudah bingung aja mau bikin apa, antara makaroni keju, makaroni schotel, atau pukis. Untungnya suami mengingatkan bahwa takjil sebaiknya yang manis dan segar, kemudian terpikirlah untuk membuat puding susu rasa almond. Yippie!
Kabar baiknya, selain manis dan menyegarkan, puding susu ini juga mudah sekali dibuat. Nggak perlu seorang expertise untuk membuatnya. Lagipula, puding susu buatan sendiri dijamin lebih sehat dan alami dibanding puding kemasan yang banyak beredar di supermarket. Tanpa pemanis dan bahan pengawet. Kalau mau yang betul-betul alami, kita bisa membuat susu almondnya dulu sebagai bahan utama, tapi di resep saya ini mari kita gunakan saja essens almond untuk menghemat waktu. Hihi..
Okay, here we start..
Bahan:
1 bungkus agar-agar tanpa warna
200 gram gula pasir
1 sdt garam
1500 ml susu full cream (jika menggunakan susu bubuk full cream, larutkan 150 gram susu bubuk dengan 1300 ml air)
1 sdt essens almond
Bahan Topping:
sirup jeruk yang dicairkan atau jeruk manis peras, secukupnya
Cara membuat:
1. Siapkan panci untuk memasak, masukkan agar-agar dan gula, campur rata. Tuangkan susu cair full cream sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Pastikan perlatan ang digunakan benar-benar bersih agar susu tidak pecah.
2. Masak larutan agar-agar, gula, dan susu, di atas api sedang sambil diaduk untuk menghindari munculnya endapan.
3. Saat hampir mendidih, masukkan garam. Aduk terus hingga mendidih.
4. Setelah mendidih, matikan api dan terus aduk untuk mengeluarkan uap panas. Tuangkan essens almond dan aduk hingga essens larut sempurna.
5. Tuang ke dalam cetakan gelas kecil-kecil dan dinginkan.
6. Tuangi 2 sendok makan jeruk manis peras di setiap cup, siap disajikan.
Nah, gampang kan? Selain orang dewasa, puding susu ini juga digemari oleh anak-anak. Selamat mencoba!
Jumat, 10 Juni 2016
Tantangan #2 : Serabi Solo (a la Serabi Notosuman)
Sugeng Dalu!
Teman-teman yang menunggu postingan tantangan #2 ini, maaf ya, agak lama nih saya mengunggah tulisan. Kemarin-kemarin lagi repot banget. Art lagi pulang kampung untuk munggahan jelang puasa, jadi saya berdua saja sama suami agak keteteran ngurusin si kembar. Ditambah lagi, saya bingung mau posting hasil eksperimen yang mana, pie, pancake, ataukah serabi. Maka, setelah melalui proses pengambilan keputusan yang cukup rumit (halah), saya putuskan tantangan #2 kita adalah membuat serabi solo. Jengjengjeeeeng!!
Berbeda dengan serabi Bandung, serabi Solo ini teksturnya lebih lembut dan biasanya digulung kemudian dibungkus daun pisang. Topping nya bisa macam-macam, saya paling suka topping cokelat. Serabi Solo favorit saya adalah Serabi Notosuman, manis gurihnya pas. Baiklah, kita langsung saja ke resepnya ya. Resep ini saya ambil dari Natural Cooking Club, resep milik mbak Fatmah Bahalwan.
Sewaktu mencoba membuat serabi menggunakan resep ini, saya agak kesulitan saat proses memanggangnya karena saya tidak memiliki cetakan untuk memanggang serabi. Alhasil saya menggunakan wajan. Kebayang kan gimana lamanya? Secara di rumah saya cuma memiliki satu wajan. Hahaha.. And to be honest,membuat 'mahkota' serabi ini suliiiiiit banget. Mahkota serabi hasil eksperimen saya, sebagian besar terlalu tebal, but overall resep ini mantap! Rasanya mengingatkam sama serabi solo favorit saya meskipun belum persis sama. So, kalau kalian suka serabi, dare yourself to make this one. Worth to try!
Teman-teman yang menunggu postingan tantangan #2 ini, maaf ya, agak lama nih saya mengunggah tulisan. Kemarin-kemarin lagi repot banget. Art lagi pulang kampung untuk munggahan jelang puasa, jadi saya berdua saja sama suami agak keteteran ngurusin si kembar. Ditambah lagi, saya bingung mau posting hasil eksperimen yang mana, pie, pancake, ataukah serabi. Maka, setelah melalui proses pengambilan keputusan yang cukup rumit (halah), saya putuskan tantangan #2 kita adalah membuat serabi solo. Jengjengjeeeeng!!
Berbeda dengan serabi Bandung, serabi Solo ini teksturnya lebih lembut dan biasanya digulung kemudian dibungkus daun pisang. Topping nya bisa macam-macam, saya paling suka topping cokelat. Serabi Solo favorit saya adalah Serabi Notosuman, manis gurihnya pas. Baiklah, kita langsung saja ke resepnya ya. Resep ini saya ambil dari Natural Cooking Club, resep milik mbak Fatmah Bahalwan.
Serabi Solo
Penulis: Fatmah Bahalwan
Bahan:
600 ml santan kental
1 sdt garam
1 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
1 sdt ragi instan
75 gr gula pasir
1 btr telur
1 sdt garam
1 lbr daun pandan
250 gr tepung beras
1 sdt ragi instan
75 gr gula pasir
1 btr telur
Bahan Areh:
150 ml santan sangat kental
1 sdt garam
1 sdt garam
Topping pilihan:
Keju, Nangka, Meisis cokelat
Cara membuatnya:
- Masak santan, garam dan daun pandan hingga mendidih, dinginkan.
- Dalam wadah, campur tepung beras, gula pasir dan ragi instan, aduk rata. Ditengahnya beri telur dan sebagian santan, aduk rata sambil terus dituangi sisa santan hingga habis.
- Kopyok-kopyok adonan menggunakan balloon whisk hingga terlihat berbuih-buih banyak. Diamkan selama 90 menit.
- Panaskan wajan serabi, dengan api kecil. Tuangi 1 sendok sayur adonan ditengahnya, lalu gerakkan sendok kebagian pinggir wajan agar terbentuk bibir serabi.
- Biarkan hingga serabi matang dan terlihat berlubang-lubang sarang. Lalu siram dengan 1 sdm Areh. Beri topping sesuai selera. Tutup wajan, matangkan serabi. Angkat.
Sewaktu mencoba membuat serabi menggunakan resep ini, saya agak kesulitan saat proses memanggangnya karena saya tidak memiliki cetakan untuk memanggang serabi. Alhasil saya menggunakan wajan. Kebayang kan gimana lamanya? Secara di rumah saya cuma memiliki satu wajan. Hahaha.. And to be honest,membuat 'mahkota' serabi ini suliiiiiit banget. Mahkota serabi hasil eksperimen saya, sebagian besar terlalu tebal, but overall resep ini mantap! Rasanya mengingatkam sama serabi solo favorit saya meskipun belum persis sama. So, kalau kalian suka serabi, dare yourself to make this one. Worth to try!
Kamis, 02 Juni 2016
Tantangan #1 : Sup Jagung Manis
Beberapa hari kemarin, udara di kota Bandung dingin sekali. Saya memutuskan untuk bereksperimen dengan sup jagung manis. Sup ini sangat mudah dibuat dan cocok dijadikan makanan penambah energi, terutama bagi yang tinggal di tempat dengan cuaca dingin, seperti Bandung. Rasa dari sup jagung cenderung manis gurih, aroma jagung manisnya dan bawang bombay pun kuat, sehingga menciptakan paduan rasa dan aroma yang sedap. This is my favorite! Oleh sebab itu, saya jadikan Sup Jagung Manis ini sebagai Tantangan #1 untuk kita coba di dapur.
Bahan:
2 buah jagung manis, pilih yang besar dan muda , dipipil. Kalau mau ditambah juga boleh, sesuaikan saja dengan selera
3 ons ayam bagian dada
1 buah bawang bombay dipotong besar-besar
2 siung bawang putih digeprek
1 ruas jahe dicuci bersih dan digeprek. Optional, saya gunakan jahe sebagai efek penghangat.
2 butir telor, kocok
750 cc air putih, boleh lebih
2 sdm susu bubuk full cream
gula sesuai selera
garam sesuai selera
merica sesuai selera (dalam eksperimen, saya menggunakan 2 sendok makan full gula, 2 sendok makan garam, dan merica yang cukup banyak, karena saya menyukai rasa yang kuat)
Cara membuat
1. Dididihkan air bersama daging ayam, bawang bombay, jahe, serta bawang putih. Masak dengan api kecil dan diamkan selama kurang lebih 5 menit setelah mendidih. Saring dan ambil kuahnya. Sisihkan daging ayam dari rebusan, suwir-suwir dagingnya.
2. Cairkan susu bubuk full cream dengan kuah kaldu yang telah kita saring dan campur dengan kaldu di dalam panci. Jika menggunakan susu kotak, langsung campur dengan kuah kaldu. Ini lebih praktis memang. Masukkan suwiran daging ayam dan pipilan jagung manis, masak dengan api kecil hingga mendidih.
3. Masukkan telor ke dalam panci berisi sup yang telah mendidih, sedikit demi sedikit, sambil terus diaduk.
4. Terakhir, setelah sup matang, tambahkan garam, gula, dan merica sesuai selera hingga tercipta paduan rasa yang diinginkan. Rasa sup jagung ini gurih dan cenderung manis.
Selamat mencoba!
Langganan:
Komentar (Atom)